SAMPAI NANTI : 1. PAGI PENUH CINTA

SAMPAI NANTI by Ms. D


1. PAGI PENUH CINTA

   Setiap orang akan menemui cintanya dengan jalan yang berbeda, dengan kisahnya yang berbeda, dengan indahnya yang berbeda. Ada yang selalu indah. Ada yang selalu penuh derita. Ada juga yang biasa-biasa saja..

    Tapi mereka semua tidak akan pernah tahu seperti apa akhirnya..

    Pagi itu, alarmku menggetarkan keheningan subuh, 4.30 subuh. Dingin. Aku menarik kembali selimut tebalku menutupi sekujur tubuhku. Tiba-tiba, sebuah tangan yang sangat dingin memegang pergelangan kakiku. Dingin sampai aku berpikir itu bukan manusia, makhluk apa yang sedang memegang kakiku ini? 

    Tiba-tiba selimutku ditariknya begitu keras, aku di seret hingga jatuh kelantai. Bantal, guling, boneka, dan selimutku menghujani tubuhku. Berantakkan. Aku ketakutan. Aku berteriak, tapi tidak ada suara yang keluar dari mulutku. Tubuhku menggigil. Aku ketakutan. Sekuat apapaun aku berusaha berteriak, suaraku tidak keluar sedikitpun. Sosok hitam itu semakin lama mendekat. Perlahan dia datang. Sekujur tubuhku semakin ingin memberontak. Ingin pergi. Tetapi tubuhku juga tidak bisa bergerak. Ada apa ini? Kenapa tubuhku kaku? Kenapa suaraku beku? Dan semakin lama sosok hitam itu pun sangat dekat dengan tubuhku. Dan……

“Kak… bangun! Udah subuh, ayo sholat!” suara yang sangat ku kenal membangunkanku. Aku pun membuka mata. Ternyata aku tertidur lagi, dan kejadian tadi hanyalah sebuah mimpi.

“Iya, Pa.. Alice bangun!”, jawab ku. Aku segera mengulurkan tanganku ke meja di samping tempat tidurku, mengambil handphone. Wah, Masih pukul 4.50. Ternyata aku tertidur lagi selama 20 menit.

   Aku bangun dari tempat tidurku, menuju kamar mandi untuk sedikit membersihkan diri dan mengambil air wudhu. Begitu sampai di dapur, aku melihat sosok wanita yang sangat aku kenal, ibuku. Dia sedang berdiri di depan sebuah kompor, mempersiapkan sarapan pagi untuk kami sekeluarga.

     Kami memang biasa bangun pagi-pagi sekali. Sholat, memeriksa kembali alat-alat sekolah dan PR, lalu sarapan. Terkadang aku pun malas-malasan, sampai akhirnya Papa datang ke kamar, membangunkanku dengan lembut. Papa selalu membangunkanku sebelum Mama yang pergi ke kamarku, itu karena Papa tidak suka jika sampai istrinya kesal, lalu marah.

   Setelah sholat, aku langsung menuju kedapur. Kebiasaanku adalah langsung menuju dapur, mencicipi sedikit masakan Mama terlebih dahulu sebelum akhirnya memeriksa kembali keperluan sekolahku. Masakan Mama adalah yang terbaik, bisa membawaku ke alam sadar.


-//-



Comments

Popular Posts